Minggu, 15 November 2015

LINUX

Anjar Hardiena, dari warnet
 ke cloud computing


   Jika anda pernah mendengar distro Linux Zencafe, bisa jadi Anda juga mengetahui pengembangannya, Anjar Hardiena. Pria yang mengawali aktivitas berbisnis Linux untuk warnet-warnetnya itu kini menjabat sebagai Linux Product Owner and Cloud Computing Consultant di PT. Infyns System Indonesia. Anjar Hardiena menggunakan Linux sekitar tahun 2000-2001 melalui Linux RedHat 7. Saat itu, Anjar Hardiena menggunakan Linux karena penasaran ingin mencoba operasi lain yang sudah ada.

        Pada tahun 2005, Anjar Hardiena kembali tergerak untuk memanfaatkan Linux, tidak hanya untuk sekedar hobi, melainkan mengoptimalkan Linux sebagai operasi sistem yang benar-benar bisa menjadi penopang bisnis. Saat itu warnet Anjar Hardiena, sudah memiliki Windows OEM bawaan, namun Anjar Hardiena memutuskan untuk  diganti semuanya dengan Linux. Dan sampai saat ini semuanya berjalan dengan lancar.

          Saat ini Anjar Hardiena menggunakan Linux di semua kebutuhan mulai untuk pribadi, warnet maupun di perusahaan di bidang Cloud. Anjar Hardiena menggunakan  Slackware warnet, Ubuntu untuk desktop kantor, Redhat, dan CentOS untuk kebutuhan server internal produk atau  kebutuhan pelanggan perusahaan. Bekerja sebagai tenaga profesional dan bertanggung jawab sebagai "product owner" untuk produk Cloud Computing berbasis open source menuntut saya untuk berinovasi dan banyak melakukan kustomisasi Linux dan aplikasinya. Tentunya hal itu untuk mempermudah pengguna Cloud Computing di tempat Anjar Hardiena bekerja.

           Anjar Hardiena mengembangkan distro Linux Zencafe sejak beberapa tahun lalu. Sebuah distro Linux yang telah dioptimalkan untuk kebutuhan warnet baik dari segi performa maupun aplikasi yang terinstalasi di dalamnya. Saya juga terlihat di komunitas Linux sebagai pembina Asosiasi WARNET LINUX dan Open Source Indonesia (AWALI) dan juga pembina komunitas pengguna LINUX KPLI Bekasi.

           

Sabtu, 07 November 2015

Seputar LINUX

ERA BARU APLIKASI
PERKANTORAN


              Selain sistem operasi dan web browser, software yang paling banyak dipakai user komputer personal, lembaga pendidikan,perusahaan, dan peunci merintahan adalah aplikasi perkantoran atau Office Suite. Ketersediannya di Linux menjadi salah satu keberhasilan Linux desktop. Aplikasi perkantoran telah masuk ke kurikulum wajib pendidikan di Indonesia. mulai dari tongkat SD atau Sekolah Dasar, SMP atau Sekolah Menengah Pertama, dan SMA atau Sekolah Menengah Atas. hingga perguruan tinggi. Peserta didik harus menguasai aplikasi perkantoran tidak hanya untuk menempuh kewajiban kurikulum, tapi juga berguna di dunia pendidikan lanjutan dan di dunia kerja,

              Masalahnya banyak pilihan aplikasi perkantoran, yang tidak semuanya menggunakan format dokumen sama. Dan tidak ada peraturan pemerintah tentang itu, akibatnya banyak selama ini lembaga pendidikan, pemerintahan, dan perusahaan, yang menerima apa saja yang disodorkan vendor. Sejak era awal PC 1980-an hingga pertangahan 2000-an tidak ada kompatibilitas yang baik antar-aplikasi. Selanjutnya, kita pantas bergembira dan bersyukur karena pada pertengahan 2006, organisasi dunia dibidang standar ISO/IEC merilis standar format dokumen perkantoran Open Document Format ODF(ISO/IEC 26300:2011). Banyak negara telah menghadapi standar itu. Pemerintah Indonesia melalui Badn Standardisasi Nasional merilis SNI  ISO/IEC yang akan dikuti dengan kebijakan pemerintah lainnya, misalnya peraturan menteri yang mewajibkan penggunaan format ODF.

               Saat ini, hampir semua aplikasi perkantoran, baik yang berlisensi FOSS seperti LibreOffice, maupun yang berlisensi proprietary seperti Ms Office, telah mendukung ODF. Beberapa aplikasi perkantoran berbasis web juga mendkung ODF  misalnya google docs dan Zoho. Tidak ada lagi alasan lembaga pendidikan untuk menggunakan aplikasi ilegal.  Alasannya tersedia beberapa produk tanpa biaya lisensi yang sesuai kurikulum.


HORROR TALES

SETAN
Penunggu Lift



          Hari ini pekerjaan Denny banyak sekali, ia memutuskan untuk lembur menyelesaikan di kantornya. Dengan giat dan semangat hingga tak teras sudah larut malam. Saat Denny bersiap untuk pulang, alangkah kaget dan bingungnya. Karena hanya dia seorang yang berada di ruangan kantor itu. Suasana tampak sepi dan sunyi.\ 

          Deni berkata, " Waduuh Jam Brapa Sekarang?, Tampaknya rekan kerja sudah pulang semua...". Keluar dari ruangnnya, Denny menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Menunggu sendirian, sejenak Denny agak ragu ketika akan masuk lift yang tampak sangat sepi. " Lantai ini terasa aneh dan agak gelap, kenapa tak ada seorangpun di sini?" denny bertanya dalam hati. Denny pun masuk ke lift. Anehnya saat tiba di lantai 4, seakan rusak lift berhenti tidak bisa jalan lagi. Dengan terpaksa Denny pun keluar untuk lewat tangga saja.

          Denny pun berkata " ANEH? kok suasana lantainya pun seakan bukan di gedung ini, mungkin aku salah lihat". Denny pun terus berjalan sendirian, Dia heran kenapa lampu ruangan dimatikan dan tak ada satupun terlihat pekerja di dalam kantor. Akhirnya Denny melihat ada sosok disana. Deni pun bertanya sendiri " Halo kemana semua karyawan disini ? Laah orang ini kenapa jalannya sempoyongan?". Sunyi Senyap, bayangan seorang itu tak menjawab, namun semakin mendekat. Betapa terkejutnya Denny ketika  melihat sosok itu adalah hantu.

          Dengan sekuat tenaga Denny lari diantara gelapnya lorong ruangan itu. Anehnya secepat apapun Denny lari, mahluk mengerikan itu masih saja bisa mengejarnya. Dengan ketakutan Denny segera bersembunyi disudut dibalik dinding. Tapi tanpa ia sadari ada sebuah tangan panjang berkuku tajam merayap ditembok mendekatinya.. Ketika Denny menoleh Denny pun sangat kaget setengah mati, ia pun segera berlari sekencang-kencangnya. Namun tangan setan tersebut tetap memegangi tubuhnya.

               Tanpa ampun, Denny berhasil ditangkap oleh tangan setan itu. Denny jatuh tersungkur, diseret masuk ke arah lift yang gelap gulita. Denny makin tidak berdaya. Di dalam lift, kepala Denny terasa sangat berat dan  tubuhnya terasa sakit semua karena suara dan tangan-tangan hantu yang menganggu dirinya. Denny berkata "Pergi kalian apa salahku aku tidak pernag menganggu kalian?".

                   Lalu terdengar bunyi lift terbuka, masuklah teman sekantornya denny yang kaget melihat Denny seperti orang bingung yang terduduk sendirian di dalam lift. Denny berkata " Aku hanya ingin pulang".

SELESAI





Rabu, 14 Oktober 2015

AUDIT SISTEM INFORMASI

PENGENDALIAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI
       


Pengendalian didefinisikan sebagai hubungan antara prosedur dan sistem yang berkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan.

Tujuan pengendalian :
  1. Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari rencana.
  2. Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan-penyimpangan.
  3. Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencananya.

Pengendalian bukan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan, tetapi berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan serta memperbaikinya jika terdapat kesalahan.
Jadi pengendalian dilakukan sebelum proses, saat proses, dan setelah proses, yakni hingga hasil akhir diketahui. Dengan pengendalian diharapkan pemanfaatan unsure-unsur manajemen efektif dan efisien. 

Sistem pengendalian manajemen adalah suatu rangkaian tindakan dan aktifitas yang terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus menerus. Committee of Sponsoring Organization (COSO) memperkenalkan 5 element kebijakan dan prosedur yang dirancang dan diimplementasikan untuk memberikan jaminan bahwa tujuan pengendalian manajamen akan dapat dicapai. 5 element pengendalian tersebut adalah :
  1.  Lingkungan pengendalian(controling environment)
  2. Penilaian risiko manajemen (management risk assessment).
  3.  Sistem komunikasi dan informasi (information and comunication sistem).
  4. Aktifitas pengendlian (control activities). 
  5. Monitoring.

Tujuan perancangan suatu sistem pengendalian manajemen adalah :
  1. Diperolehnya keandalan dan integritas informasi.
  2. Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan yang berlaku.
  3. Melindungi harta perusahaan.
  4. Pencapaian kegiatan yang ekonomis dan efisien.
Pemeliharaan sistem

Sistem perlu dipelihara karena beberapa hal, yaitu :
  1. Sistem memiliki kesalahan yang dulunya belum terdeteksi, sehingga kesalahan-kesalahan sistem perlu diperbaiki.
  2. Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai sistem.
  3. Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar (perubahan bisnis).
  4. Sistem perlu ditingkatkan.


Biaya pemeliharaan sistem sering diabaikan. Kenyataannya biaya pemeliharaan sistem merupakan biaya yang cukup besar. Biaya pemeliharaan perangkat lunak telah terus menerus naik selama 25 tahun terakhir. Beberapa perusahaan membelanjakan 80% atau lebih dari anggaran sistem mereka pada pemeliharaan perangkat lunak.

Jenis pemeliharaan sistem 
Pemeliharaan sistem dapat digolongkan menjadi empat jenis :
  • Pemeliharaan Korektif
  • Pemeliharaan Adaptif
  • Pemeliharaan Perfektif (Penyempurnaan)
  • Pemeliharaan Preventif
  • Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan korektif adalah bagian pemeliharaan sistem yang tidak begitu tinggi nilainya dan lebih membebani, karena pemeliharaan ini mengkoreksi kesalahan-kesahan yang ditemukan pada saat sistem berjalan. Umumnya pemeliharaan korektif ini mencakup kondisi penting atau bahaya yang memerlukan tindakan segera. Kemampuan untuk mendiagnosa atau memperbaiki kesalahan atau malfungsi dengan cepat sangatlah berharga bagi perusahaan.

Pemeliharaan Adaptif
Pemeliharaan adaptif dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan data atau pemrosesan dan memenuhi persyaratan pemakai baru.

Lingkungan tempat sistem beroperasi adalah dinamik, dengan demikian, sistem harus terus merespon perubahan persyaratan pemakai. Misalnya, Undang-Undang Perpajakan yang baru mungkin memerlukan suatu perubahan dalam kalkulasi pembayaran bersih.

Umumnya pemeliharaan adatif ini baik dan tidak dapat dihindari.

Pemeliharaan Penyempurnaan
Pemeliharaan penyempurnaan mempertinggi cara kerja atau maintainabilitas (kemampuan untuk dipelihara). Tindakan ini juga memungkinkan sistem untuk memenuhi persyaratan pemakai yang sebelumnya tidak dikenal.

Ketika membuat perubahan substansial modul apapun, petugas pemeliharaan juga menggunakan kesempatan untuk mengupgrade kode, mengganti cabang-cabang yang kadaluwarsa, memperbaiki kecerobohan, dan mengembangkan dokumentasi. Sebagai contoh, kegiatan pemeliharaan ini dapat berbentuk perekayasaan ulang atau restrukturisasi perangkat lunak, penulisan ulang dokumentasi, pengubahan format dan isi laporan, penentuan logika pemrosesan yang lebih efisien, dan pengembangan efisiensi pengoperasian perangkat.

Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan Preventif terdiri atas inspeksi periodik dan pemeriksaan sistem untuk mengungkap dan mengantisipasi permasalahan.

Karena personil pemeliharaan sistem bekerja dalam sistem ini, mereka seringkali menemukan cacat-cacat (bukan kesalahan yang sebenarnya) yang menandakan permasalahan potensial. Sementara tidak memerlukan tindakan segera, cacat ini bila tidak dikoreksi di tingkat awal, jelas sekali akan mempengaruhi baik fungsi sistem maupun kemampuan untuk memeliharanya dalam waktu dekat.
Sebenarnya salah satu sebab utama mengapa pemeliharaan sistem memerlukan anggaran sistem yang amat banyak adalah karena kenaikan tenaga yang dibutuhkan untuk mencoba memelihara perangkat lunak yang didokumentasikan serta distruktur secara acak-acakan.

Di lain pihak program perangkat lunak yang tidak terstuktur dan tidak terdokumentasi juga tidak dapat dipelihara. Seandainya suatu perubahan dalam operasi memaksa program itu untuk berubah, maka program itu harus disingkirkan dan dikembangkanlah program baru. Sehinga menyia-nyiakan semua sumber yang dikeluarkan untuk membangun program asli yang tidak dapat dipelihara tersebut, belum lagi kerugian operasi bisnis bila hari yang ditentukan tiba.

System Maintainability (kemampuan pemeliharaan sistem) adalah kapasitas personil pemeliharaan untuk melakukan pemeliharaan korektif, adaptif, penyempurnaan, atau preventif. Semakin mudah suatu sistem dipelihara, semakin kecil pula tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan untuk memelihara sistem. Maintainabilitas (maintainability) sistem bertambah jika sistemnya dirancang agar mudah diubah. Aspek ini meliputi prosedur-prosedur berikut :
  1. SDLC (System Development Life Cycle) dan SWDLC (Software Development Life Cycle).
  2. Definisi Data Standar.
  3. Bahasa Pemrograman Standar
  4. Rancangan Moduler
  5.  Modul yang Dapat Digunakan Kembali.

Pemeliharaan sistem terjadwal dapat dibuat menurut kalender atau diagram Gantt. Pemeliharaan tidak terjadwal biasanya dilakukan atas inisiatif pemakai dan operator. Bagaimanapun juga pihak manajemen seharusnya menetapkan suatu cara untuk mengawali, merekam, dan mengevaluasi aktivitas pemeliharaan. Dengan melalui evaluasi kegiatan pemeliharaan, seorang manajer akhirnya dapat mengoptimalkan program pemeliharaan sistem secara keseluruhan.